JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Ekspose

 

Batam – Pekan Inovasi Sumatera Batam Trade Expo 2016 yang ke-5  diselenggarakan pada tanggal 17 – 19 Maret 2016 bertempat di Kepri Mall Kota Batam. Acara ini dibuka oleh Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kota Batam yang diwakili oleh Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama Investasi BPM-TSP Kota Batam, Junaidi S.

Kegiatan pameran ini melibatkan 8 stand yang semuanya berasal dari Instansi Pemerintah yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Hukum dan Ham, Kementerian Perhubungan, Kabupaten Sintang, BPM-STP Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Sidoarjo.

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) turut memeriahkan acara tersebut. Dalam hal ini, Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) Kepulauan Riau mewakili Balitbangtan bekerjasama dengan BB Biogen, BBSDLP, Balitbu dan Balitsa menampilkan berbagai inovasi teknologi dan publikasi diantaranya Hidroponik, Kultur Jaringan, Produk Buah-buahan, Berbagai macam dekomposer, serta Bibit Sayuran.

 

Hidroponik mendapat perhatian yang lebih dari para pengunjung. Hidroponik adalah menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan tanaman. Tanaman kultur jaringan yang dijadikan display diantaranya Ubi Kayu, Nanas, Manggis, Bambu, Anggrek dan masih banyak yang lain. Display kultur jaringan ini menarik pengunjung untuk lebih mengenal tentang kultur jaringan dan proses pembuatannya. Untuk display produk buah-buahan, Balitbu menampilkan  buah Pepaya Merah Delima, Sawo, Markisa dan Alpukat sedangkan Balitsa menampilkan bibit Bawang merah, Cabai, Kacang Panjang, Buncis Tegak, Buncis Rambat dan Mentimun.

Dalam pameran ini, kami juga membagikan beberapa leafleat, buku-buku dan majalah sains kepada para pengunjung secara gratis sebagai ucapan terimakasih atas kunjungan ke stan Balitbangtan.

Dalam rangka penguatan perbenihan bawang merah di Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau (LPTP Kepri) bekerja sama dengan UPTD. Balai Benih Induk (BBI) Dinas pertanian dan kehutanan Kab. Karimun menyelenggarakan acara pelatihan budidaya Bawang Merah untuk kemandirian benih pada tanggal 17 November 2015 bertempat di Desa Tanjung Batu Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun. Pelatihan dilaksanakan di Aula Penyuluhan Kec. Kundur dan dihadiri oleh 30 orang peserta terdiri dari penyuluh, KTNA dan petani sayur. Acara diawali dengan perkenalan tim Mandiri Benih oleh Peneliti Senior LPTP Kepri drh. Salfina Nurdin A., MP.

Narasumber berasal dari Badan penelitian tanaman sayuran (Balitsa) Dr. Ahsol Hasyim, M.S. Materi yang dibahas meliputi: 1) teknik budidaya bawang merah, 2) pengelolaan hama dan penyakit pada bawang merah, 3) metode penyimpanan bawang merah, 4) teknik pemilihan benih bawang merah, dan materi tambahan atas permintaan penyuluh dan petani 5) teknik budidaya cabe, 6) pengelolaan hama dan penyakit pada cabe, 7) teknik budidaya buah dalam pot.

Pelatihan budidaya bawang merah ini merupakan langkah awal menuju mandiri benih bawang merah. Pelatihan bertujuan memperkenalkan dan mengeksplorasi berbagai  jenis varietas  bawang merah nasional sesuai dengan potensi, kondisi, dan kesesuaian agroklimat wilayah.

Setelah pelatihan, Tim Mandiri benih LPTP Kepri bersama penyuluh dan Kepala UPTD BBI Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Karimun mengunjungi petani bawang di Kundur Utara. Bawang yang ditanam varietas Bima, ukuran bedengan 1,25 x 20 m sebanyak 50 bedengan. Bawang yang ditanam baru berumur 8 hari dan menurut Bapak Ahsol Hasyim pertumbuhan bawang merahnya bagus dan tidak ditemukan serangan hama dan penyakit. Dr. Ahsol menyarankan petani untuk menanam cabe diantara tanaman bawang agar cabe terhindar dari serangan hama dan penyakit. Cabe yang ditanam berupa benih bukan bibit ketika tanaman  bawang telah berumur 1 minggu.

Perjalanan dilanjutkan ke petani modern pak Faisal di Pintu 2. Petani ini pernah mendapat juara sebagai petani sukses. Dia telah menggunakan sprinkle permanan dengan penyiraman dari bawah dan penggunaan mulsa plastic perak. Tanaman yang ditanam pada saat ini ada terung, cabe dan semangka. Tanaman terungnya sudah mulai terserang oleh penyakit yellow yang disebarkan oleh vector Bemisia tabaci. Tanaman semangakanya sedang berbunga sedangkan tanaman cebenya sudah terserang penyakit keriting. Rencananya, tanaman cabe akan dimusnahkan dan akan diganti dengan tanaman bawang untuk memutus daur hidup vector penyebab penyakit keriting pada cabe.

Berdasarkan potensi yang ada di Kab. Karimun, Dr. Ahsol Hasyim, M.S.menawarkan benih bawang merah sebanyak 5 varietas yang banyak diminati di pasar sebanyak 10 kg/varietas. Caranya dengan mengirimkan surat permintaan benih melalui LPTP Kepri, maka LPTP Kepri akan menghubungi Balitsa.

 

Bintan 28 Oktober 2015, Penanaman perdana bibit Salak Sari Intan di Desa Ekang Anculai Kabupaten Bintan, pada hari Selasa, tanggal 27 Oktober 2015. Penanaman perdana bibit Salak Sari Intan dihadiri oleh Kepala Distanhut Kabupaten Bintan Drs Ahmad Izhar beserta staff Bapak Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy M.Sc (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Holtikultura) beserta staff, Bapak Dr. Ir. Mizu Istianto (Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah) beserta staff dan Bapak Dahono, SP, M.Si (Kepala LPTP Kepulauan Riau) beserta staff.

Acara diawali dengan sambutan  oleh Kepala Distanhut Kabupaten Bintan Drs Ahmad Izhar  kemudian dilanjutkan sambutan Bapak Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy M.Sc (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Holtikultura) bahwa Salak Sari Intan merupakan varietas unggul baru (VUB) yang merupakan hasil kerjasama antara Balitbangtan dengan Kabupaten Bintan melalui kegiatan pemuliaan parsitipatif. Kegiatan ini dimulai tahun 2002 dan berakhir sekitar tahun 2009 dengan menghasilkan calon VUB Salak yang masih belum diberi nama tetapi dikode dengan penomoran. Selanjutnya dilakukan proses pendaftaran varietas agar calon VUB ini bisa diakui sebagai VUB salak sekaligus memenuhi persyaratan untuk dikembangkan. Proses pendaftaran ini memerlukan waktu sekitar tiga tahun sejak 2008 - 2010 hingga calon varietas salak ini diakui sebagai varietas unggul baru dengan nama Salak Sari Intan 48Salak Sari Intan 295Salak Sari Intan 541. Dinas Pertanian Kabupaten Bintan menindaklanjuti dengan membuat blok fondasi sebagai sumber perbanyakan benih salak Sari Intan. Kegiatan untuk menghasilkan VUB tidak hanya berhenti sampai pada proses pendaftaran varietas saja, namun juga pada bagaimana VUB ini bisa berkembang di masyarakat dalam skala luas dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat serta melakukan pengembangan di tingkat pengguna.

Pada akhir acara, dilakukan penanaman Salak secara simbolik dan foto bersama dengan warga setempat.

Tanjung Pinang, 03 November 2015 Kunjungan Kerja (Kunker) DPR RI Komisi IV beserta rombongan ke Provinsi Kepulauan Riau. Kunker diawali dengan Rapat di Kantor Gubernur Kepulauan Riau.  Pertemuan dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Sekda Provinsi Kepulauan Riau, rombongan Komisi IV DPR RI, rombongan Kementerian Pertanian, rombongan Kementerian KKP, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bulog serta Pejabat Daerah Provinsi Kepulauan Riau.

Setelah rapat di Kantor  Gubernur Provinsi Kepulauan Riau,  rombongan Komisi IV DPR RI, rombongan Kementerian Pertanian, rombongan Kementerian KKP, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bulog serta Pejabat Daerah Provinsi Kepulauan Riau melakukan kunjungan lapang  ke Kantor  dan Gudang BULOG Tanjungpinang kemudian dilanjutkan kunjungan lapang bidang pertanian yaitu budidaya Tanaman Semangka serta panen tanaman Semangka di Kabupaten Bintan, kemudian perjalanan diteruskan ke Kota Batam.

Pada tanggal 04 November 2015, rombongan Anggota DPR RI beserta rombongan lainnya melakukan survey dan kunjungan ke lahan area penambangan tanah bauksit, dimana ahli fungsi hutan lindung menjadi area pertanian dan pengerokan tanah, kemudaian dilakukan ke Balai Budidaya Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan di Setokok, pada kunjungan ini, rombongan diperkenalkan lokasi pembibitan ikan sampai panen ikan serta pemberian bantuan bibit ikan kepada kelompok – kelompok perikanan di Kota Batam setelah kunjungan ke Balai Budidaya Laut dilanjutkan kunjungan ke Kantor Karantina Pertanian Kelas I Batam, Kementerian Pertanian  (persentase Ka Badan Karantina Pertanian tentang kondisi dan perkembangan karantina Kota Batam) dan Terakhir kunjugan di lakukan ke Pabrik Pengolahan Limbah di Kawasan Industri Kabil – Batam, dimana pabrik ini adalah pabrik yang mengelola hasil limbah industry yang ada di Kota Batam.

Salah satu tujuan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) LPTP Kepulauan Riau adalah peningkatkan kapasitas informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap teknologi pertanian. Peningkatan informasi dan pengetahuan masyarakat yang dilakukan oleh LPTP Kepulauan Riau saat ini, diseminasi melalui pelatihan tentang manfaat dan pengolahan limbah rumah tangga sebagai kompos.

Pelatihan pembuatan kompos dilakukan pada Kelompok Perempuan Kreatif dan Mandiri Tembesi Tower Kota Batam. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, yang diadakan pada tanggal 10 – 11 Juli 2015, dimana pertemuan itu membahas mengenai pelatihan pembuatan pestisida nabati dan kompos. Pelatihan pembuatan kompos ini dibimbing oleh Jonri Suhendra Sitompul, SP dan Apriyani Nur Sariffudin, S.Pt serta dihadiri oleh ibu Herawati selaku ketua kelompok, dengan jumlah sebanyak 15 orang.

Pada pelatihan pembuatan kompos, bahan yang digunakan masih dalam skala kecil, dimana bahan yang digunakan dalam pembuatan kompos ini yaitu 50 kg pupuk kandang, 40 kg hijauan (sampah rumah tangga), 5 kg dedak, gula pasir, EM-4  dan air sebanyak 20 liter. Prosedur pembuatannya yaitu mencampurkan 50 kg pupuk kandang, 40 kg hijauan dan 5 kg dedak. Ditambah dengan air yang sebelumnya sudah dicampur dengan gula pasir dan EM -4 kemudian diaduk rata. Setelah adonan kompos rata, adonan ditutup dengan terpal. Pengadukan kompos dilakukan apabila suhu ≥ 40 °C. Hal ini dilakukan untuk menjaga  agar mikroorganismenya tidak mati dan proses pembusukannya dapat berjalan dengan baik. Kompos dapat digunakan setelah ± 2 minggu.

Dalam pertemuan kali ini, team LPTP Kepulauan Riau juga menyerahkan bibit “Benih Inti” kepada Ketua Kelompok berupa bibit Cabai varietas Lanting sebanyak 2 bungkus, bibit Terong varietas Belut sebanyak 2 bungkus, bibit Sawi varietas Liman sebanyak 1 bungkus dan bibit Sawi varietas Caisin sebanyak 1 bungkus. Bibit – bibit ini nantinya diharapkan untuk dikembangkan di KBI kelompok dengan tujuan untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan.

Dengan adanya pelatihan pembuatan kompos ini, diharapkan kelompok tani bisa mengelola limbah rumah tangga sebagai kompos dan bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman di pekarangan rumah. Dengan tujuan, untuk meningkatkan pendapatan serta menciptakan lingkungan hijau, bersih, dan sehat secara mandiri di wilayah KRPL kota Batam.