JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Kepri Lakukan Testimoni Petani Proliga Cabai di Batam

    

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang turut berkontribusi pada angka inflasi nasional. Ketersediaan cabai di musim tertentu yang terbatas jumlahnya menyebabkan fluktuasi harga di pasaran. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian pun terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas komoditas hortikultura tersebut melalui perbaikan teknologi salah satunya berupa paket teknologi produksi lipat ganda (Proliga) cabai.

Sejalan dengan hal itu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau memilih topik tersebut dalam menindaklanjuti surat Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Bogor Nomor B-1458/HM.140/H.12/06/2021 tanggal 21 Juni 2021 perihal Penderasan  Komunikasi dan Informasi Hilirisasi Teknologi Balitbangtan, yang bertujuan untuk mendukung penyusunan buku memoar pejuang teknologi dan video testimoni petani.
BPTP Kepri sejak tahun 2019 telah menggelar demplot kajian Proliga cabai Kota Batam. Kajian ini merupakan kegiatan on-farm yang melibatkan petani secara partisipatif. Demplot Proliga di Batam berlokasi di lahan kelompok tani (Poktan)  Maju Mandiri Setokok Kecamatan Bulang Kota Batam.

Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP yang ikut hadir mendampingi tim (6/7/2021) dalam pengambilan dokumentasi di lapangan menjelaskan bahwa demplot kajian Proliga ini bertujuan agar teknologi tersebut dapat secara langsung dikaji bersama teknologi eksisting yang diterapkan petani secara berdampingan. BPTP Kepri Pada tahun 2019  mulai menerapkan inovasi paket teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) Cabai di lahan petani kooperator yang berada di Setokok Batam.

“Penerapan inovasi Paket teknologi Proliga tersebut terbukti berhasil meningkatkan  produksi dan produktivitas cabai yang ditanam, serta mampu meningkatkan penghasilan petani. Keberhasilan tersebut menjadi daya tarik bagi pihak lain untuk ikut menerapkan paket teknologi yang disusun oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Badan Litbang Pertanian ini. Saya juga berterima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam juga BI Kantor perwakilan Kepri yang ikut mensupport kegiatan ini,” kata Sugeng.

Dari lokasi demplot kajian Proliga petani kooperator Jajang/Thomas saat memberikan testimoni terlihat antusias dan semangat dengan teknologi Proliga karena benar-benar membuat hasil berlipat ganda. Pada musim panen Bulan April yang lalu, dengan teknologi Proliga produksi cabai merah meningkat dari  18 ton perhektar menjadi 20 ton perhektar, atau naik 11 persen.

Peneliti BPTP Kepri, Annisa Dhienar Alifia, SP dalam acara tersebut juga penjelasan terkait teknologi Proliga. “Beberapa teknologi yang dapat menjadi pengungkit produksi, efisiensi biaya dan mengurangi kehilangan hasil yaitu: penggunaan varietas unggul, persemaian sehat, peningkatan kepadatan populasi tanaman, pengelolaan tanah, hara dan air serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT),” kata Dhienar.

Penyuluh BPTP Kepri, Jonri Suhendra Sitompul, SP. juga menjelaskan keberhasilan teknologi proliga tidak bisa lepas dari pendampingan yang intensif. "Pendampingan rutin dilakukan dengan kunjungan langsung ke lapangan, maupun via pesan singkat (chat). Petani biasanya mengirim foto tanaman yang bermasalah, kemudian kunjungan ke lapangan dilakukan untuk identifikasi penyebab dan penyelesaian secara akurat," terang Jonri.

Ka.Si. Tanaman Pangan dan Hortikultura Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Devi Januardi S., SP, yang ikut hadir di lapangan mengatakan, pihaknya mendukung dan mengapresiasi inovasi teknologi Proliga yang telah didesiminasikan BPTP Kepri ke petani Batam. Selain itu Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BI Kantor Perwakilan Kepri yang telah memberikan bantuan diantaranya sarana prasarana pertanian. “Saya berharap metode ini menjadi referensi bagi kelompok tani yang lain dalam rangka meningkatkan produktivitas taninya. Dengan meningkatnya produksi tentu dapat berimpilikasi pada kesejahteraan petani”, tegas Devi.