JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Kepri Hadiri SL Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian di Kabupaten Karimun

Bertempat di Saung Tani Taehak Desa Teluk Radang Kecamatan Kundur Utara Kabupaten Karimun (01/07), Penyuluh pertanian BPTP Kepri, Jonri Suhendra Sitompul, SP hadir menjadi narasumber Sekolah Lapang (SL) penerapan inovasi teknologi pertanian tahun 2021. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rembug tani yang dilaksanakan (25/05) dan Bimbingan Teknis Budidaya Teknologi Proliga Cabai Merah (15/06). Bimbingan Teknis Sekolah Lapang yang dilakukan  pada saat ini adalah berfokus pada pengolahan lahan.

Bimbingan Teknis Sekolah Lapang ini diikuti oleh perwakilan petani 10 kelompok tani  penerima bantuan Sekolah lapang tahun 2021 yaitu 1) Poktan Wira Usaha Tanjung Berlian, 2) Poktan Setia Kawan Baru, 3) Poktan Mulya Pandan Arum Sari, 4) Poktan Podo Moro Klap, 5) Poktan Senggarang I, 6) Poktan  Parit Alai Jaya, 7) Poktan Ujung Baru Mekar Mandiri, 8) Poktan Larenem Makaryo, 9 ) Poktan Baru Muncul, 10)  Poktan Telaga Tani Jaya.

 

Turut hadir dalam SL, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Provinsi Kepulauan Riau Ir. Suryani, M.Si, Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun Bapak Muhd. Faridhasyahdu, SP., MM , Kepala UPT Balai Penyuluhan Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Darnis, SP, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kundur Utara Bapak Edi Lubis beserta penyuluh pertanian BPP Kundur Utara, dan Penyuluh  pertanian DKPPKH Provinsi Kepri.

Dalam kesempatan SL ini juga dilakukan pemberian bantuan secara simbolis sarana produksi untuk kelompok tani yang mengikuti SL. Setelah penyerahan bantuan saprodi  kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis pengolahan lahan yang bertempat di lahan bapak A. Wahid kelompok tani Larenem Makaryo, Kampung Jawa  Rt. 02/RW.06  Dusun 3, Desa Teluk Radang.

Jonri (Penyuluh BPTP Kepri) yang hadir sebagai narasumber SL menyampaikan bahwa lahan untuk budidaya cabai merah harus gembur dan memiliki porosotas yang baik. Sebelum  cabai ditanam lahan dbersihkan dari gulma, akar tanaman, batu, dll kemudian dibajak.

Ia juga menyampaikan beberapa point penting dalam pengolahan lahan cabai yaitu 1) pengolahan lahan sempurna, 2) Panjang, lebar, tinggi dan jarak antar bedengan, 3) Pemberian kapur pertanian atau dolomit untuk menaikan pH, dari hasil analisa tanah yang dilakukan dengan menggunakan perangkat uji tanah kering (PUTK) rata rata pH lokasi dari 10 kelompok tani penerima bantuan SL  agak masam (pH 5-6), 4) Penggunaan pupuk dasar, 5) aplikasi trichoderma pada saat pengolahan lahan, karena informasi dari petani bahwa hampir semua mengalami penyakit layu fusarium, 6) Petani harus memiliki dam atau kolam penampungan air.