JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Kepri dampingi Sekolah Lapang Budidaya Kubis di Tanjungpinang

Kubis (Brassica oleracea L)  merupakan jenis tanaman semusim atau dua musim yang biasanya ditanam didataran tinggi, namun saat ini sudah ada beberapa varietas kubis yang bisa di tanam pada dataran rendah. Kandungan tanaman kubis juga banyak yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin-vitamin, mineral dan senyawa-senyawa yang dapat merangsang pembentukan glutation, zat yang diperlukan untuk menonaktifkan zat beracun dalam tubuh manusia.

Pasar kubis untuk Tanjungpinang sangat terbuka lebar dan mempunyai prospek yang sangat bagus karena kubis yang berada dipasaran saat ini masih didatangkan dari Provinsi-Provinsi tetangga sehingga harga menjadi mahal karena tingginya biaya operasional transportasi antar wilayah.

Melihat potensi ini Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Tanjungpinang bekerjasama dengan BPTP untuk memberikan pembelajaran kepada petani-petani di Kota Tanjungpinang tentang budidaya kubis dengan metode Sekolah Lapang (SL).

Kepala BPTP Kepri Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP menugaskan Penyuluh Deddy Hidayat, S.Pt, M.Pt. sebagai pendamping dalam Sekolah Lapang (SL) budidaya kubis. yang diselenggarakan Rabu, 30 Juni 2021. Bertempat di Saung Kebun Koleksi tanaman bahan tropika Senggarang Kota Tanjungpinang, SL kubis dataran rendah diikuti oleh kelompok tani kota Tanjungpinang, Penyuluh Provinsi Kepri, Penyuluh Kota Tanjungpinang, dan Mahasiswa Magang dai Polbangtan Malang.

Kepala Bidang Pertanian DP3 Kota Tanjungpinang Anik Kisdaryanti SP, yang membuka SL mewakili Plt. Kepala DP3 Kota Tanjungpinang yang berhalangan hadir. Dalam sambutan Anik mengharapkan dengan adanya SL ini petani-petani bersungguh-sungguh mengikuti supaya ke depan pasar kubis di Tanjungpinang khususnya dan Kepri umumnya bisa di kuasai oleh petani-petani di Tanjungpinang.

“Sekolah lapang ini di hadiri dari perwakilan dari 13 kelompok tani dan kelompok wanita tani di bawah binaan DP3 Kota Tanjungpinang, penyuluh DP3, dan penyuluh Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi,” kata Anik.

Deddy dalam paparannya menerangkan tentang budidaya kubis dataran rendah malai dari benih, persiapan penyemaian, semai , penanaman, perawatan, penyiangan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) baik secara organik dan an organik, sampai proses panen.

Usai persentasi, peserta peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dalam sesi diskusi. Petani-petani yang hadir sangat antusias dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan masukan-masukan agar kegiatan SL ini dapat dilaksanakan lagi dikemudian hari.

Sekolah lapang dipandang sebagai satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif karena sangat cocok dengan metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karena sifatnya yang tidak formal, proses pembelajaran dilakukan langsung di lapangan di mana tersedia objek nyata kubis yang dijadikan materi pembelajaran. Sekolah lapang ini di bagi beberapa tahapan yang dimulai dengan pemberian materi tentang budi daya kubis dataran rendah dan pendampingan selama pertanaman dari penyemaian sampai panen.