JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sekolah Lapang Teknologi Proliga Bawang Merah di Tanjungpinang, Hadirkan Narasumber BPTP Kepri

Produksi Lipat Ganda atau yang disingkat dengan Proliga merupakan paket teknologi yang disusun oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. Inti dari teknologi ini adalah penggunaan varietas unggul, persemaian sehat yang memproduksi bibit bebas hama dan penyakit, pengaturan pola tanam menjadi zigzag double row, serta pemenuhan kebutuhan unsur hara dan manajemen hama penyakit tanaman.    

Kepala BPTP Kepri Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP menugaskan Jonri Suhendra Sitompul, SP sebagai pendamping dalam Sekolah Lapang (SL) Teknologi Proliga bawang merah yang diselenggarakan Rabu, 30 Juni 2021. Bertempat di Saung Kebun Koleksi tanaman bahan tropika Senggarang Kota Tanjungpinang. Sekolah Lapang Proliga bawang merah diikuti oleh kelompok tani kota Tanjungpinang, Penyuluh Provinsi Kepri, Penyuluh Kota Tanjungpinang, dan Mahasiswa magang dari Polbangtan Malang.

 

Kepala Bidang Pertanian DP3 Kota Tanjungpinang Anik Kisdaryanti SP, yang membuka SL mewakili Plt. Kepala DP3 Kota Tanjungpinang yang berhalangan hadir. Dalam sambutan Anik mengharapkan dengan adanya SL ini petani-petani bersungguh-sungguh mengikuti supaya ke depan bawang merah di Tanjungpinang khususnya dan Kepri umumnya bisa di kuasai oleh petani-petani di Tanjungpinang.

“Sekolah lapang ini di hadiri dari perwakilan dari 13 kelompok tani dan kelompok wanita tani di bawah binaan DP3 Kota Tanjungpinang, penyuluh DP3, dan penyuluh Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi,” kata Anik.

Jonri dalam paparannya menyampaikan bahwa bawang merah bisa ditanam dari biji (true shallot seed= TSS)  namun membutuhkan persemaian selama 6 minggu sebelum pindah  tanam. Beliau juga menyampaikan kelebihan budidaya bawang merah dari biji dibanding umbi yaitu 3 M (Murah, Mudah dan Menguntungkan).

“Paket teknologi proliga Bawang Merah yang disusun oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) itu mengutamakan pelaksanaan pada beberapa titik ungkit budidaya bawang merah yakni (1) Penggunaan varietas  unggul (2) Menerapkan sistem persemaian sehat, (3) Meningkatan kepadatan populasi tanaman, (4) Pengelolaan tanah, hara, dan air, serta (5) Pengendalian hama dan penyakit,” kata Jonri.

Usai presentasi, peserta peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dalam sesi diskusi. Petani-petani yang hadir sangat antusias dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan masukan-masukan agar kegiatan SL ini dapat dilaksanakan lagi dikemudian hari.