JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kepala Balitbangtan dalam Rakor Lingkup BBP2TP Arahkan BPTP Selindo Berimprovisasi Dukung Program Kementan di Daerah

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP dengan didampingi Koordinator Program Evaluasi, Zulfawilman, S.Pt. menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) lingkup BBP2TP dengan agenda membahas matrik program litkaji-diseminasi 2022,  serta progres report kegiatan 2021. Kegiatan Rakor ini digelar di ruang display Puslitbangbun Bogor pada tanggal 28-29 April 2021.

Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si dalam arahannya menyampaikan siap mendukung penuh yang menjadi tanggung jawab BPTP seluruh Indonesia (Selindo). BPTP menjadi ujung tombak pembangunan pertanian, dengan keterbatasan anggaran harapannya BPTP mampu melakukan improvisasi untuk melakukan dukungan program Kementerian Pertanian di masing-masing daerah.

“Semua jajaran BPTP harus tetap semangat untuk menunjukkan kinerja yang lebih dibandingkan target yang telah ditentukan walaupun kondisi keuangan terbatas. Mengambil tantangan dan tanggung jawab atas risiko pandemi covid-19, tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan negara untuk menyiapkan pangan dan pertanian,” kata Fadjry.

“Organisasi Himpenindo (Himpunan Peneliti Indonesia) harus mampu memenuhi kebutuhan peneliti lintas sektoral. Banyak hal yang harus dibenahi, antara lain pengadminstrasian kepegawaian berkaitan dengan formasi. Kalau sudah naik pangkat maka kebijakan Litbang harus segera kembali ke instansi awal. Formasi semestinya hanya ada di Eselon-I, bukan di tingkat UPT, oleh karena itu sistem harus diperbaiki dengan mempersiapkan peta jabatan yang baru, memberikan kesempatan SDM untuk kembali pada suatu UPT karena mobilitas yang tinggi.,” tegas Fadjry.

“Untuk peneliti di BPTP terkait dengan Hasil Kerja Minimal (HKM) sangat berat tanggung jawabnya sebagai peneliti. Peneliti BPTP punya tanggung jawab yang lebih besar untuk menghasilkan inovasi dan diseminasi serta pendampingan inovasi terhadap program Kementan. Balitbangtan baru membuat draft sehingga pendampingan diseminasi dalam penyebarluasan ke daerah yang mendapat pengakuan Bupati/Gubernur yang diharapkan nilainya sama dengan jurnal Q-2 dan Q-1,” lanjut Fadjry.

“Peneliti BPTP diharapkan jangan berpacu hanya pada kegiatan In House saja, tetapi dapat mengambil peluang yang lain untuk menghasilkan inovasi yang lebih besar. Konsep penelitian pengembangan kawasan dari hulu-hilir, dari manapun dana yang ada dan sumber yang berbeda maka disinilah peneliti BPTP harus mampu merekayasa teknologi dan mampu mendiseminasikan secara lebih luas, sehingga kawasan inovasi terbangun,” sambung Fadjry.

“Sinergitas, kolaborasi dalam RPIK (Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif) dengan memanfaatkan potensi kita bersama. Balitbangtan sudah menginisiasi “Vokal Group” menjadi arena untuk berkolaborasi bukan Solo Karier. Bekerja dengan suka cita gembira bukan keterpaksaan. Dalam kondisi terbatas bisa menghasilkan sesuatu yang besar dan orang mengakuinya dari apa yang ada. Optimalkan yang ada didepan mata,” Akhir pesan Kepala Balitbangtan mengakhiri arahannya, dilanjutkan dengan membuka secara resmi acara Rakor Lingkup Balitbangtan.

Setelah rakor di Puslitbangbun, dilakukan pembahasan matrik program 2022 di BBP2TP. Dalam pelaksanaan pembahasan masing-masing BPTP mendiskusikan rencana kegiatan 2022 di depan tim evualuator untuk mempertajam tujuan, keluaran, metodologi dan kemitraan. Rakor ditutup oleh Ka BBP2TP.