JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BBP2TP Menggandeng BPTP Kepri Melakukan Bimtek Teknologi Proliga Cabai dan Bawang Merah di Batam

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Bogor dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) eselon II dan III  yang berada di bawah dan bertanggung jawab Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Teknologi Pertanian di Kota Batam, Kamis (1/4/2021).

Bimtek yang ditujukan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi di lapangan dan mengupayakan solusinya ini dilaksanakan di lokasi Gedung Gapoktan Rempang Tani Jaya Kecamatan Galang Kota Batam. Peserta yang hadir dalam Bimtek kali ini sekitar 80-an orang, yang terdiri dari Poktan Maju Mandiri, Berkat Tani, Berkah Ya Bunayya, Berkah Usaha Tani 2, Cate Subur, dan Belongkeng Makmur. Dalam kesempatan ini turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Kasubbag TU Badan Karantina Pertanian Kelas I Batam, Camat Kecamatan Galang, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Batam.

 

Camat Kecamatan Galang, Ute Rambe, SE mengucapkan syukur alhamdulillah atas diseleggarakannya acara Bimtek ini. Harapan Camat dengan adanya Bimtek Tanaman Pangan dan Hortikultura yang diselenggarakan oleh BPTP Kepri dan BBP2TP Kementerian Pertanian menjadikan Gapoktan yang ada di Kecamatan Galang mampu meningkatkan pengetahuannya dan kemudian mempraktikkan tindakan di lapangan. “Kami sangat membutuhkan bimtek ini, karena Batam menjadi kota penyumbang inflasi di Kepri. Diharapkan petani dapat belajar dengan sungguh-sungguh agar lebih mengetahui karena dahulunya belum mengetahui. Manfaatkan Bimtek ini dengan baik sesuai dengan apa yang dibutukan di lapangan,” tegas Camat Ute.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam,  Mardanis, SE, MH menyampaikan dalam sambutannya, sektor pertanian penyumbang inflasi di batam  khususnya komoditas cabai merah, bayam, dan kacang Panjang. Ia merincikan Komoditas cabai merah dibutuhkan 18, cabai rawit 8 ton, bawang merah 8 ton, dan bayam 8 ton/hari. “Ada tiga masalah pertanian di Kota Batam, yaitu: pertama kurangnnya produksi tananaman  pangan dan horrikultura seperti cabai, bawang dan sayur, kedua kurangnya intervensi harga, karena selama ini harga telah dimainkan broker, dan ketiga kurangnya pemasaran dari hulunya sudah ada tapi hilir yang belum. Untuk menangani ini salah satunya diperlukan inovasi teknologi peningkatan produksi. Bimtek ini adalah salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut. Terima kasih BPTP Kepri dan BBP2TP Kementan,” kata Mardanis.

“Yang telah dilakukan oleh Dinas Kota Batam untuk meningkatakan produksi Horti di Kota Batam yaitu telah diberikan bantuan pengembangan cabai kepada 17 orang petani/gapoktan 50 ha, Bawang 20 ha, di nongsa galang Sayuran 50 ha. Untuk trategi yang dilakukam Dinas Pertanian Batam untuk mengurangi intervensi broker, yaitu dengan membentuk market, pemasaran Online, COD, menjual di koperasi, kerjasama dengan Bulog, dan penitipan di pasar/kedai bulog,” pungkas Mardanis.

Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Wododo, MP menyampaikan bahwa Bimtek yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memantapkan pembelajaran dan mengambil pelajaran dari pengalaman penerapan teknologi dari Balitbangtan di lapangan. Ia menjelaskan BPTP Kepri bertugas untuk melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi di Provinsi Kepulauan Riau. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP).

“BPTP Kepri akan melakukan pengembangan prototype di Galang. BPTP Kepri siap memberikan bimbingan kepada petani. Ada beberapa hal selain Bimtek yang rencana akan di sampaikan BPTP Kepri kedepan, yaitu; pertama akan dilakukan demplot kecil cabai, bawang dan sayuran lainnya, kedua edukasi langsung/bimtek cabai, bawang, sayuran daun, khusus sayuran daun untuk Batam akan dikalukan kerjasama dengan BI setempat, dan yang ketiga sekolah lapang/praktek lapang untuk melihat secara langsung replikasi teknologi yg telah berhasil, sekaligus memperbaiki teknologi yang sudah ada sesuai dengan spesifik lokasi,” tutur Sugeng.

Sementara arahan  kepala BBP2TP disampaikan oleh Koordinator Program dan Evaluasi, Dr. Rahmawati, MM. Rahma mengucapkan puji syukur karena dalam kondisi covid-19, Bimtek di Batam masih bisa terlaksana dengan baik. “Ada 3 model Bimtek Balai Besar Pengkajian, yaitu bimtek milenial, bimtek tanaman pangan dan hortikultura, serta bimtek perkebunan dan peternakan . Secara umum tujuan bimtek ini untuk membantu perekonomian/petani akibat pandemi covid-19, secara khusus  untuk mendiseminasikan inovasi litbang pertanian, serta untuk meningkatkan pengetahuan petani. Metode seminar ini hanya menyampaikan teori, nantinya setelah dapat teori peserta akan diajak melakukan kunjungan lapang secara langsung sehingga tujuan terselenggaranya Bimtek dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan,” jelas Rahma.

Bimtek inovasi teknologi pertanian yang difokuskan pada komoditas cabai dan bawang merah ini menghadirkan narasumber dari peneliti dan penyuluh BPTP kepri.  Pemaparan materi pertama oleh Annisa Dhienar Alifia, SP (peneliti) dengan topik teknologi proliga cabai  spesifik lokasi di Kota Batam. Pemaparan materi kedua oleh R Catur Prasetyono, SP, S.ST (penyuluh) dengan topik teknologi budidaya bawang merah spesifik lokasi. Setelah penyampaian materi peserta diberikan kesempatan secara leluasa untuk menggali permasalahan di lapangan untuk dicari solusi penyelesaiannya.

Usai Istirahat dan makan siang, peserta bimtek diajak mengikuti kegiatan field trip. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan milik Thomas atau Jajang, yang pada tahun 2019 menjadi lokasi demoplot kegiatan Proliga BPTP Kepri. Kesuksesan petani kooperator BPTP Kepri, Jajang dalam melaksanakan budidaya cabai membuat banyak pihak tertarik untuk ikut mempraktekannya. BI Kepri bahkan bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam untuk mengembangkan penerapan teknologi ini kepada lebih banyak kelompok tani di sekitar Batam.

Paket teknologi proliga yang disusun oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) itu mengutamakan pelaksanaan pada beberapa titik ungkit budidaya cabai, yakni (1) penggunaan varietas unggul, (2) persemaian sehat, (3) peningkatan populasi tanaman, (4) pengelolaan tanah, hara, dan air, serta (5) penerapan pengendalian hama terpadu (HPT).

Penyuluh BPTP Kepri, Jonri Suhendra Sitompul, SP yang ikut mendampingi kegiatan ini menjelaskan kepada peserta field trip. Poin utama yang disampaikan dalam budidaya cabai teknologi proliga adalah perlunya pemilihan varietas unggul yang cocok dengan kondisi lahan dan selera pasar. Kemudian pengaturan pola tanam menjadi zigzag dan pemangkasan pucuk atas bibit untuk mengatur kondisi percabangan. Serta pengendalian hama dan penyakit secara tepat, dan pemenuhan unsur hara melalui pemupukan yang cukup.

Jajang dalam kesempatan itu berbagi pengalaman kepada peserta field trip, bagaimana teknis dan resep menjadi petani cabai yang sukses?. Ia menceritakan pada tahun 2019 telah menerima paket teknologi melalui BPTP Kepri, Ia merasa antusias dan semangat dengan teknologi Proliga karena benar-benar membuat hasil berlipat ganda. “Pada panen sekarang ini dengan teknologi tersebut produksi cabai merah meningkat dari  18 ton perhektar menjadi 20 ton perhektar, atau naik 11 persen,” cerita Jajang.