JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Kepri Gelar Bimtek P2L di Pesantren Al-Kautsar Tanjungpinang

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kepulauan Riau (26/3/2021) melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) di Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar Kota Tanjungpinang. Bimtek Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan kali ini mengangkat tema Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kesan nyaman, rapi dan bersih, demikian dirasakan peserta Bimtek memasuki pondok pesantren yang diasuh oleh KH. Muhammad Supeno.
 
Kegiatan Bimtek yang di gelar di GOR Pesantren ini melibatkan peserta sekitar 50 orang, terdiri dari santri yang berminat menjadi Santri Tani Milenial, masyarakat tani sekitar pesantren, dan ibu-ibu penggemar tanaman di pekarangan rumah. Berbagai pihak yang juga turut hadir dalam Bimtek Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Kelompok Tani Maju Jaya Kampung Sidomulyo, Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Kota Tanjungpinang, dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tanjungpinang.

Direktur Pesantren Al-Kautsar, Kyai Supeno dalam sambutan ucapan selamat datang menyampaikan terima kasih Kepada BPTP Kepri yang menyelenggarakan Bimtek tentang pertanian di pesantren Al-Kautsar. Beliau berpesan kepada peserta Bimtek khususnya kepada Santri Al-kautsar untuk berpartisipasi aktif dalam acara Bimtek ini, sehingga nanti setiap santri memiliki tambahan ilmu tentang pertanian.

“Mengurus pertanian itu mulya, karena ini masalah kelangsungan hidup manusia. Tanjungpinang yang memiliki terbatas lahan pertanian, maka kita harus kreatif. Kita sekarang ini dapat bertani dengan dukungan teknologi, diantaranya teknologi yang dihasilkan oleh BPTP Kepri. Untuk itu manfaatkan sejengkal tanah setitik air,” kata kyai Supeno.  

Sambutan kedua oleh Plt. Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Dra. Hj. Endang Susilawati. Ia menyampaikan terima kasih kepada BPTP Kepri yang telah memberikan bimbingan inovasi teknologi khususnya dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan bagi masyarakat Kota Tanjungpinang.

“Dengan mampu memanfatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan apalagi di masa kondisi pandemi covid-19 ini, akan memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga. Dinas siap dan sangat senang dapat bekerjasama dan berkolaborasi baik dengan BPTP Kepri maupun dunia pesantren dalam mengembangkan pertanian di Kota Tanjungpinang agar lebih maju dan modern,” tegas Endang.

Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP yang membuka kegiatan Bimtek menyampaikan terima kasih kepada Kyai Supeno yang memfasilitasi lokasi Bimtek di pesantren Al-Kautsar. Ia menjelaskan tujuan dari Bimtek optimalisasi pekarangan pangan Lestari yaitu, memberikan motivasi dan bimbingan bagi masyarakat yang terdampak covid-19, memberikan edukasi dan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi warga sekitar pesantren dan khususnya anak santri karena dia adalah generasi milenial yang sangat potensial dalam pengembangan pertanian masa depan, dan memberdayakan secara ekonomi di lingkungan keluarga rumahtangga masing-masing.     

“Pekarangan Pangan Lestari (P2L) menjadi Program Kementerian Pertanian sebagai upaya promosi dan sarana percontohan bagi masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Saya tahu sekitar 1 tahun lalu, saya hadir dan mendengarkan pernyataan pak Iqbal Kapolres Tanjungpinang waktu itu menyampaikan bahwa Kampung Sidomulyo ini dijadikan sebagai pilot project kampung tangguh. Tujuan Polres Tanjungpinang menjadi Kampung Tangguh Nusantara (KTN) yang salah satunya adalah untuk ketahanan pangan dalam menghadapi persoalan COVID-19. Sama dengan maksud tujuan BPTP Kepri menyelenggarakan bimtek ini, ini yang namanya kolaborasi,”kata Sugeng.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan materi budidaya tanaman di pekarangan. Materi pertama ini disampaikan oleh Sri Muhara, SP. Dalam paparannya ia juga menjelaskan terkait dengan Penguatan Pelaksanaan program P2L, cara membentuk Kelompok Tani Wanita (KWT), dan cara mengajukan proposal kegiatan pertanian ke Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tanjungpinang.

Sementara narasumber kedua, R. Catur Prasetiyono, SP., S.ST Penyuluh BPTP Kepri memaparkan materi mengenai teknologi budidaya sayuran dalam polybag, budidaya sayuran hidroponik, teknologi pengendalian hama dan penyakit tanaman sayuran, teknologi pengolahan kompos dari limbah rumah tangga serta pascapanen.

Teknik budidaya sayuran hidroponik dengan berbagai media seperti pipa paralon, sterofoam, budikdamber, jerigen bekas dan botol bekas, menjadi materi yang paling diminati peserta. Peserta mendapat bimbingan mulai dari penyiapan persemaian, pindah tanam, pemeliharaan hingga panen dan pasca panen.

Dalam Bimtek ini juga diberikan bantuan dari BPTP Kepri kepada semua peserta bibit cabai masing-masing 5 bibit dalam polybag. Pertama kali bantuan secara simbolis diberikan ke Pesantren Al-Kautsar yang diterima langsung oleh Kyai Sepeno. Bibit cabai tersebut akan dirawat di masing-masing pekarang rumah. Harapannya nanti sedikit bisa membantu mengurangi kebutuhan ekonomi keluarga.