JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP KEPRI LAKUKAN BIMTEK HILIRISASI TEKNOLOGI BUDIDAYA ITIK PADA PETERNAK TERDAMPAK COVID-19 DI TANJUNGPINANG

 

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau kembali laksanakan Bimbingan Teknis Hilirisasi Inovasi Teknologi dengan tema Budidaya Itik yang berlokasi di Bebek Centre, Tanjungpinang (Senin, 22/03). Bimtek yang diselenggarakan oleh BPTP Kepri bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang dihadiri  sekitar 50-an orang pelaku bisnis usaha peternakan dan undangan lainnya.

Turut hadir  Asisten 1 Pemko Tanjungpinang, Plt. Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang beserta staf bidang Peternakan, Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Provinsi Kepri, staf bidang peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, Ketua KTNA Kota Tanjungpinang, serta para anggota Asosiasi Peternak Unggas dan anggota Kelompok Ternak Maju Jaya. Nara sumber  dari  peneliti BPTP Kepri, Pelaku bisnis ternak itik (pengalaman usaha), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Bintan,  Dosen F. Peternakan Unand  Padang (breeding)  dan perwakilan BNI Kepri tentang permodalan KUR.

Sambutan dari Ibu Hj. Endang Susilowati selaku Plt. Kepala DP3 Kota Tanjungpinang, mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya bimtek serta menegaskan bahwasanya DP3 dan BPTP Kepri diharapkan bekerjasama untuk memberikan bimbingan dan pendampingan teknologi pada peternak, maka kegiatan ini adalah awal kerjasama yang baik untuk meningkatkan kualitas peternak.



Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP dalam sambutan menerima baik peningkatan kerjasama yang sudah dirintis,  disampaikan pula bahwa tujuan pertemuan pada hari ini adalah untuk menghilirkan inovasi teknologi Balitbangtan serta support  dukungan pendampingan dan pemberian motivasi  kepada peternak yang terdampak pandemi covid-19,  agar peternak tetap mempertahankan produktifitasnya.

Peneliti BPTP Kepri yang mengawali penyajian pada bimtek kali mengulas tentang manajemen kesehatan hewan khususnya unggas. Materi yang dibawakan dengan gamblang oleh drh. Salfina Nurdin Ahmad, M.P., memberikan wawasan baru kepada pada para peserta terkait penyakit unggas dan cara pencegehannya khususnya yang bisa menular ke manusia seperti flu burung. “Kandang yang sehat akan memberikan jaminan produksi yang optimal”, lanjut Salfina dalam sajiannya.

Imran Abdul Hakim S.ST. pemateri dari DKPP Bintan menambahkan terkait cara pengembangbiakan itik sesuai dengan kaidah-kaidah peternakan semakin menambah wawasan para petani unggas Tanjungpinang. Suasana bimtek semakin menarik ketika TB Manurung Ketua Kelompok Ternak Maju Jaya menyampaikan pengalaman keberhasilan usaha itik yang sudah dilakukan selama ini di Tanjungpinang, harapan beliau dorongan  motivasi, inovasi teknologi dan perhatian pemerintah kota agar usaha kelompok ini berkembang pesat saat masih kondisi pandemi covid-19. “Kita harus tulus dalam memelihara itik-itik kita, maka dia akan membalasnya dengan memberikan kita kehidupan sebutir telur seharinya selama dua tahun”, ungkapnya.

TB Manurung juga membeberkan kiat-kiat cara membuat pakan yang bergizi sehingga kandang tidak menimbulkan bau. “Kita ini beternak itik di perkotaan, yang terpenting bagaimana caranya agar kandang tidak bau agar tidak mencemari dan mengganggu warga sekitar, kalau belum tahu caranya tanya Manurung”, tambahnya sambil memotivasi kawan-kawannya.

Narsum lainnya, Dosen Peternakan Universitas Andalas ibu Linda SPt, MSi  berbagi ilmu dengan para peternak terkait breeding dan penetasan itik. Sebagai penutup narsum dari BNI selaku fasilitator dalam meningkatkan produktivitas UMKM para anggota Kelompok Ternak Maju Jaya. Kemudahan-kemudahan dalam memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) disampaikan oleh Analis Kredit BNI Cabang Kota Tanjungpinang.