JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Kepri Dongkrak Kapasitas Petani Sorgum Melalui Bimtek Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan di Kabupaten Bintan

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) memiliki tugas melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Salah satu tugas BPTP tersebut diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek). BPTP Kepulauan Riau Rabu (24/3/2021) menyelenggarakan Bimtek hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan. Bertempat di Aula Balai Desa Toapaya Selatan petani berjumlah sekitar 40 orang terlihat asyik mengikuti bimtek dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan. Bimtek dilaksanakan dengan dua metode yaitu mendengarkan penjelasan narasumber dan diskusi.

Bimtek kali ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Provinsi Kepulauan Riau, Kepala BPTP Balitbangtan Kepri, dan Kepala Balai Benih Induk (BBI) Kepri. Narasumber dari Pejabat fungsional BBI Kepri, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bintan, dan Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa BPTP Kepri. Terlihat juga hadir Kepala Desa Toapaya Selatan dan Direktur CV Topsela Jaya Mandiri.

Bimtek kali ini bertema pengembangan tanaman sorgum. Sorgum merupakan tanaman pangan jenis serealia atau biji-bjian seperti tanaman jagung, hanjeli gandum dan jewawut. Tanaman ini menghasilkan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pengganti beras. Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari Rakor Sosialisasi kegiatan pengelolaan sistem perbenihan di Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2021 dilaksanakan di Hotel Nagoya Hill Batam pada Rabu, 27 Januari 2021.

Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP dalam sambutannya menyampaikan bimtek ini bertujuan diantaranya menghilirisasi varietas unggul Balitbangtan Kementerian Pertanian, mendapatkan umpan balik dari petani pemula komoditas sorgum yang ada di Bintan, ingin meningkatkan kapasitas petani pemula sorgum sehingga output terakhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas DKPPKH Kepri, Drs. Ahmad Izhar menyambut baik acara bimtek tersebut dan berterima kasih kepada BPTP Kepri yang selalu turun mendampingi petani di Kepri dan membagikan teknologi pertanian kepada masyarakat petani. “Sorgum adalah barang baru di Kepri, mari kita buktikan Bersama bahwa ini akan dapat menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kalau ini nanti berhasil maka akan kita kembangkan dalam skala yang lebih luas lagi. Rencana tahun 2021 ini pemerintah pusat akan mengembangkan sorgum seluas 10 ha di kabupaten lingga. Ini semua butuh sinergi dan kerjasama dengan BPTP Kepri mendampingi teknologinya karena ini barang baru,” tegas Izhar dalam sambutannya.

Kepala BBI, Nil Erison, S.TP mengapresiasi acara bimtek pengembangan tanaman sorgum ini. “Bimtek tanaman sorgum sudah beberapa kali direncanakan namun tidak jadi karena terkendala anggaran, dan alhamdulillah BPTP Kepri bisa melaksanakannya. BBI siap bekerjasama dengan BPTP Kepri dalam menyediakan lahan pengembangan sorgum seluas 2 ha untuk menunjang ketersediaan benih yang unggul berkualitas,” kata Nil.

Kepala Desa Toapaya Selatan, Suhenda, mengatakan, terima kasih atas terselenggaranya acara bimtek dari BPTP Kepri. “Acara bimtek tanaman sorgum ini semoga dapat meningkatkan pengemtahuan bagi petani yang masih pemula dalam menanam sorgum di Toapaya Selatan Bintan. Di desa kami barusan panen sorgum di atas lahan seluas 4 ha. Tanaman sorgum ini merupakan salah satu tanaman alternatif yang diperkenalkan kepada masyarakat. Panen ini adalah hasil penanaman perdana sorgum tersebut pada bulan oktober 2020. Sorgum mampu menjadi percontohan alternatif pangan sehat pengganti beras, mengingat tanaman ini memiliki ketahanan di atas rata-rata dibandingkan tanaman pangan lainnya dengan kondisi lahan yang kering Sehingga sorgum cocok untuk mengefektifkan lahan kering di Toapaya Selatan ini,” terang Suhenda.


Selesai acara sambutan dilanjutkan dengan pemaparan materi bimtek.
Pemaparan diawali dengan master plan pengembangan sorgum di Kepri yang disampaikan oleh Kepala BPTP Kepri. Varietas Unggul Baru (VUB) Bioguma 1 yang memiliki provitas dan adaptasi tinggi keluaran BB Biogen adalah varietas yang akan dikembangkan dalam perbenihan perbenihan kali ini. "Rencananya, pengembangan benih sorgum ini untuk menyupport kebutuhan benih berkualitas di Provinsi Kepri, sehingga pada MT/MH 2021 mendatang bisa dikembangakan secara luas.", papar Sugeng.

Pada penyajian materi, narasumber pertama dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan yang disampaikan oleh Agus Widyasmiko, S.Sos, M.Si (Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura). Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Suhenda yang telah menginisiasi budidaya sorgum di Kabupaten Bintan. Dinas KPP Bintan komit mendukung pengembangan sorgum yang akan dimasukkan pada tahun anggaran tahun 2022. Narasumber kedua dari BPTP Kepri, Agusrizal (Teknisi Litkayasa) memaparkan teknis budidaya mulai dari menyiapkan lahan, penyemaian, penanaman, pemupukan dan pemanenan. Kemudian narasumber ketiga dari BBI, Herlina Husen Hasima, SP memaparkan terkait dengan sertifikasi sorgum, mulai dengan mengenalkan dasar hukum, teknis produk benih sorgum, dan syarat sertifikasi benih. Setelah pemaparan dari masing-masing narasumber acara dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab.