JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Potensi Ketersediaan Hijauan Pakan dari Limbah Tanaman Jagung Manis

Keberhasilan pengembangan pertanian tergantung kepada keberhasilan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam yang dimiliki. Potensi sumber ketersediaan hijuan pakan berdasarkan sumberdaya lahan kemungkinan berbeda di setiap daerah, perbedaan ini penting sekali untuk di ketahui karena akan menentukan model pengembangan usaha peternakan. Pengkajian ini bertujuan mengetahui potensi ketersedian hijauan pakan dari limbah tanaman jagung manis, baik dari batangnya maupun dari kulit tongkol jagung (klobot). Pengkajian ini dilakukan di Kabupaten Bintan, Kecamatan Gunung Kijang, Desa Malang Rapat, Provinsi Kepri, sebagai daerah sentra tanaman sayur khususnya tanaman jagung manis dari Bulan Juli sampai Agustus 2014. Metode pendekatan yang dilakukan adalah pengukuran sampel dilapangan sebanyak 10 titik  dengan parameter tinggi tanaman, berat tanaman, berat tongkol jagung, berat kulit jagung dan luasan lahan yang ditanam. Hasil pengkajian menunjukan bahwa rata-rata tinggi tanaman jagung manis adalah 177,35 cm, berat basah hijauan makanan ternak (HMT) yang terdiri dari batang tanaman dan kulit tongkol jagung (klobot) adalah sebanyak 20.026,7 kg/ha/musim, kapasitas unit ternak (UT) yang dapat ditampung berdasarkan produksi  basah HMT satu kali musim tanam adalah sebanyak 1,5 ekor/ha/th, dalam  1 tahun dapat menanam 3 kali. Berdasarkan analisis sederhana (output – input) usaha penanaman jagung manis   dalam 1 hektar dapat mendatangkan keuntungan sebanyak Rp.48.431.500,- dengan R/C 4,4 dalam satu kali tanam.

Selengkapnya : Potensi Ketersediaan Hijauan Pakan dari Limbah Tanaman Jagung Manis