JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penanaman Perdana Salak Sari Intan di Kabupaten Bintan

Bintan 28 Oktober 2015, Penanaman perdana bibit Salak Sari Intan di Desa Ekang Anculai Kabupaten Bintan, pada hari Selasa, tanggal 27 Oktober 2015. Penanaman perdana bibit Salak Sari Intan dihadiri oleh Kepala Distanhut Kabupaten Bintan Drs Ahmad Izhar beserta staff Bapak Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy M.Sc (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Holtikultura) beserta staff, Bapak Dr. Ir. Mizu Istianto (Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah) beserta staff dan Bapak Dahono, SP, M.Si (Kepala LPTP Kepulauan Riau) beserta staff.

Acara diawali dengan sambutan  oleh Kepala Distanhut Kabupaten Bintan Drs Ahmad Izhar  kemudian dilanjutkan sambutan Bapak Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy M.Sc (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Holtikultura) bahwa Salak Sari Intan merupakan varietas unggul baru (VUB) yang merupakan hasil kerjasama antara Balitbangtan dengan Kabupaten Bintan melalui kegiatan pemuliaan parsitipatif. Kegiatan ini dimulai tahun 2002 dan berakhir sekitar tahun 2009 dengan menghasilkan calon VUB Salak yang masih belum diberi nama tetapi dikode dengan penomoran. Selanjutnya dilakukan proses pendaftaran varietas agar calon VUB ini bisa diakui sebagai VUB salak sekaligus memenuhi persyaratan untuk dikembangkan. Proses pendaftaran ini memerlukan waktu sekitar tiga tahun sejak 2008 - 2010 hingga calon varietas salak ini diakui sebagai varietas unggul baru dengan nama Salak Sari Intan 48Salak Sari Intan 295Salak Sari Intan 541. Dinas Pertanian Kabupaten Bintan menindaklanjuti dengan membuat blok fondasi sebagai sumber perbanyakan benih salak Sari Intan. Kegiatan untuk menghasilkan VUB tidak hanya berhenti sampai pada proses pendaftaran varietas saja, namun juga pada bagaimana VUB ini bisa berkembang di masyarakat dalam skala luas dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat serta melakukan pengembangan di tingkat pengguna.

Pada akhir acara, dilakukan penanaman Salak secara simbolik dan foto bersama dengan warga setempat.