JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Praktek Pembuatan Bokashi Di KOREM 033 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau

 

Tanjungpinang, 10 Februari 2015 - Menindaklanjuti pertemuan dan koordinasi dalam rangka mendukung program strategi Kementerian Pertanian (Kementan) di Provinsi Kepulauan Riau, telah dilaksanakan praktek pembuatan bokashi di Kebun Milik Korem 033 Singgarang Tanjungpinang oleh anggota TNI, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan, Kepala Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) Kepulauan Riau. Kegiatan diawali dengan penyampaian teori dan praktek dilapangan. Bokashi merupakan singkatan dari bahan organik kaya sumber hidupan. Pupuk bokashi merupakan pupuk organik yang terdiri dari bahan jerami, pupuk kandang dan sampah organik hasil difermentasikan.

Pembuatan bokashi dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu bokashi aerobic dan bokashi anaerobic. Bokashi aerobic membutuhkan udara dalam proses fermentasi, sedangkan bokashi anaerobic proses pembuatan tanpa membutuhkan udara. Adapun manfaat dari pupuk bokasi yaitu menyuburkan tanah, menekan patogen dalam tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, menjaga kestabilan produksi tanaman, ramah lingkungan, penerapan teknologi mudah dan murah serta menjaga sistem pertanian yang berkelanjutan.

 

Dalam pembuatan bokashi aerobic yaitu dalam proses pembuatannya memanfaatkan udara. Bahan yang digunakan dalam pembuatan bokashi aerobic adalah dedak halus, cocopit, kotoran ayam, kotoran sapi, gula pasir, air, activator atau decomposer. Sedangkan alat yang digunakan berupa cangkul, sekop, drum, terpal dan gembor. Cara pembuatannya yaitu larutkan activator sebanyak 1 liter ke dalam drum berisi air sebanyak 100 liter yang dicampurkan dengan molasses atau gula pasir, dan aduk hingga rata, lalu hamparkan cocopit pada terpal yang sudah disiapkan, setinggi 10 cm, kemudian tumpukanlah kotoran ternak diatas hamparan cocopit setinggi 10 cm. Taburkan dedak halus diatas kotoran ternak 10 genggam kemudian siramkan cairan activator sehingga terkena seluruh bahan dengan kelembaban 30-40 % (diremas tidak keluar air dan bila dilipaskan tidak pecah), kemudian lakukan seperti pada point 1, 2 dan 3 sehingga tinggi tumpukan mencapai 1 meter, lalu tutup bahan tumpukan dengan terpal, control suhu apabila lebih dari 50 oC lakukan pembalikan, bila suhu bahan yang telah difermentasi sama dengan suhu awal, aroma berubah menjadi aroma fermentasi, warna hitam kecoklatan, maka bokashi sudah dapat di aplikasikan ke lapangan.