JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

Mencoba mengakrabkan petani dengan PHO (Packing House Operation)

Bintan (06/09). Budidaya sayuran organik segar di Toapaya, Kabupaten Bintan menjadi salah satu produk unggulan BPTP Kepulauan Riau yang bekerjasama dengan Kelompok Usaha Bersama Pertanian di wilayah tersebut. Namun tidak hanya berhenti pada proses budidaya, BPTP Kepulauan Riau juga melakukan pendampingan pada proses pascapanennya. Dalam hal ini kerjasama dengan berbagai pihak seperti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian serta Pemerintah Kabupaten Bintan juga turut serta dalam penanganannya. Kita ketahui bahwa sayuran segar merupakan produk pertanian yang mudah rusak. Layu, patah, busuk, memar, merupakan bentuk-bentuk kerusakan yang dapat menurunkan kualitas sayuran serta penyusutan bobot panen sayuran. Tentunya petani akan dirugikan dengan hal itu karena sangat berpengaruh pada nilai jual. Sehingga proses penanganan pascapanen sayuran segar yang tepat sangat dibutuhkan, dari pengumpulan hasil panen hingga pemasaran sampai ditangan konsumen. Selain mempertahankan kualitas, penanganan pascapanen yang tepat juga mampu meningkatkan nilai jual produk pertanian.

Dengan kebutuhan penanganan pascapanen yang seperti ini, BPTP Kepulauan Riau sebagai unit kerja perwakilan Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian di Kepulauan Riau memfasilitasi para petani berupa PHO (Packing House Operation) atau Unit Penanganan Segar dan bimbingan teknis tentang tata cara penanganan pascapanen dengan menggunakan peralatan yang sesuai standart dalam PHO. Packing House operation (PHO) atau Unit Penanganan Segar merupakan pusat pengumpulan dan penanganan buah-buahan ataupun sayuran sebelum didistribusikan dan dipasarkan. Ruangan tersebut dilengkapi dengan peralatan yang sudah disesuaikan dengan standart Balai Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Kementerian Pertanian yang meliputi bak pencucian, meja penirisan, blower, meja sortasi, meja pengepakan dan peralatan packing seperti plastik kemasan, siller, stereofoam box, keranjang, sampai showcase. Alat-alat dan metode pengemasan tersebut yang akan membantu mempertahankan mutu sayuran agar tetap bagus sampai ke tangan konsumen. Selain itu, juga mampu menekan kehilangan hasil karena kerusakan dan penyusutan serta memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai ekonomis sayuran.

Langkah-langkah penanganan pascapanen sayuran segar di PHO antara lain: 1) Pengumpulan hasil panen, dari lahan sayuran yang dipanen diletakkan dalam wadah/keranjang yang kemudian dibawa ke PHO; 2) Pembersihan, sayuran yang dipanen dikumpulkan dalam suatu kerajang dan dicuci dalam bak pencucian. Tujuan dari pencucian ini adalah menghilangkan kotoran, tanah, pupuk, pestisida, ataupun benda asing yang melekat pada sayuran serta menghilangkan lapisan lilin alami; 3) Penirisan, proses ini dilakukan dengan cara mengering anginkan sayuran pada meja penirisan, meja yang di bagian atasnya berlubang seperti jaring-jaring yang juga dibantu oleh blower dengan tujuan mengurangi kadar air bekas pencucian; 4) Sortasi, yaitu proses memisahkan komoditas atau bagian yang tidak dapat dipasarkan karena rusak, adapaun pada proses sortasi ini dilakukan di meja sortasi dengan memisahkan sayuran dengan kualitas yang berbeda; 5) Pengepakan, proses ini dilakukan pada meja yang dilengkapi dengan alat-alat seperti plastik kemasan, penyegel dan timbangan. Pengepakan diawali dengan penimbangan sesuai kemasan atau sesuai kebutuhan pemasaran. Selanjutnya sayuran dikemas ke dalam plastik kemasan kemudian menyegelnya; 6) Penyimpanan, untuk sayuran yang harus segera disitribusikan dalam 12 jam dimasukkan ke dalam plastik kemasan yang utuh kemudian di pak (packing) dalam stereofoam box yang telah diberi es batu untuk menjaga suhu sayuran agar tidak mudah layu. Sedangkan untuk sayuran yang tidak segera didistribusikan disimpan dalam showcase dikemas dalam plastik yang telah dilubangi (±8 lubang) untuk menjaga sirkulasi udara sehingga mampu terjaga kesegarannya lebih lama. (Firsta A. Sariri, S.P.)

Subcategories

Subcategories