JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari, Pendapatan Penduduk Air Gulubi Meningkat

Pendampingan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) yang bertempat di desa Air Gulubi Kecamatan Bintan Pesisir Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau sudah terlihat hasilnya yakni dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Berkat adanya pendampingan ini masyarakat yang kesehariannya sebagai nelayan, sekarang telah mengenal budidaya sayuran, buah-buahan dan perkebunan. Desa tersebut dapat ditempuh selama 1,5 jam dengan menggunakan kendaraan darat dan 30 menit menggunakan kendaraan laut (pompong). Hasil panen dari tanaman yang ditanam di kawasan rumah tersebut tidak hanya untuk konsumsi pribadi namun bisa juga untuk dijual sehingga menambah penghasilan keluarga. Konsumennya yaitu pelaku usaha kecil (warung) dan masyarakat perorangan yang langsung datang membeli.

Jenis tanaman yang ditanam adalah cabe merah, cabe rawit, terong, sawi, seledri, daun bawang, kunyit, kencur, tomat, kacang panjang dan gambas. Sayuran yang dihasilkan berupa sayuran organik karena bebas dari pestisida dan pupuk kimia, sehingga lebih sehat dari yang mereka beli di pasar. Menurut ketua kelompok, keberhasilan ini disebabkan adanya kerjasama yang baik antara petani, tim KRPL LPTP Kepri dan penyuluh di Kecamatan Bintan Pesisir. Masyarakat terbantu dengan adanya KRPL. Pendapatan petani meningkat, sedangkan pengeluarannya menurun.

Ide KRPL muncul karena kesulitan masyarakat mendapatkan sayuran. Lokasi desa yang jauh dari pasar dan akses transportasi yang sulit. Masyarakat memanfaatkan lahan yang sempit untuk bercocok tanam. Prinsip penanaman sayuran di pekarangan rumah dengan menggunakan polibag, bambu dan paralon bekas yang dilubangi atau dengan memanfaatkan barang bekas. Media tersebut disusun dirak-rak agar lebih rapi dan indah.

Pada awalnya, masyarakat kurang menerima kegiatan KRPL ini. Namun dengan adanya bantuan dari BP2KP dan sosialisasi dari LPTP. Pemberian reward melalui lomba pun dapat memotivasi anggota kelompok menjadi lebih semangat. Tanah yang digunakan adalah tanah kompos dan diberi pupuk kandang. Tanaman ditanam dalam polibag berukuran 5x15 cm. Perawatan yang intensif dan penyiraman yang rutin menghasilkan produk yang cukup memuaskan.

Karena desa Air Gulu terdapat di pulau kecil yang akses ke kota cukup jauh, maka dengan adanya KRPL kebutuhan masyarakat akan sayuran dapat terpenuhi. Masyarakat sangat terbantu dengan adanya KRPL. Masyarakat yang awalnya tidak ikut dalam kelompok KRPL, sekarang tertarik untuk membuatya di pekarangan rumahnya dan bibitnya dibeli dari kelompok binaan. Antar masyarakatnya pun sering berdiskusi mengenai teknik budidaya yang baik dan cara pengendalian hama penyakit tumbuhan. Masyarakat saling tolong menolong dan memberi semangat sehingga tercipta lingkungan yang asri.