JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kunjungan Kegiatan Bioindustri pada Kelompok Peternak Kambing di Kelurahan Toapaya Asri Kabupaten Bintan

Tanjung Pinang- Dalam rangka mengembangkan pelaksanaan kegiatan Bio-Industri, dilakukan pertemuaan/anjangsana antara kelompok Peternak Kambing “Harapan Jaya“ dengan perwakilan Peneliti LPTP Kepulauan Riau, Drs. Supriadi yang dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 21 Juni 2015, Pukul 15.00 - 16.30 Wib. Pertemuan dilakukan di salah satu rumah kelompok peternak, Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan. Pertemuan ini dipandu oleh Drs. Supriadi, dibantu Jonri Suhendra Sitompul, SP, dan Melli Fitriani, SP (CPNS calon Penyuluh dan Peneliti Pertanian Pertama) dan 13 orang anggota kelompok Peternak.

Tujuan pertemuan ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan serta bagaimana cara menyelesaikan masalah yang dihadapi kelompok peternak. Pada kesempatan ini Drs. Supriadi menyoroti masalah produksi Kambing baik secara kuantitas (jumlah) maupun secara kualitas (mutu). Karena pembentukan kelompok ini bertujuan agar produksi ternak Kambing meningkat baik secara kuantitas maupun secara kualitas sehingga berdampak terhadap peningkatan pendapatan.

Untuk meningkatkan kualitas kambing, LPTP Kepri bekerjasama dengan Loka Penelitian Kambing Potong (Lolit Kambing) – Sei Putih Medan mendatangkan Kambing unggul Boerka sebanyak 6 ekor, namun masih dalam kendala pengiriman, dan diupayakan secepatnya agar disalurkan ke kelompok. Dalam hal ini Drs.Supriadi juga menyoroti masalah kesehatan ternak Kambing baik dalam segi kandang maupun segi pakan.

Namun permasalahan yang timbul adalah tidak tersedianya area yang cukup untuk budidaya hijauan makanan ternak (HMT), ketidaktersediaan pakanapalagi pada saat musim kemarau. Dari permasalahan itu didapatkan solusi yaitu rencananya menyewa lahan untuk tanaman pakan, serta penggunaan semenisasi untuk kandang, sehingga mempermudah untuk mengumpulkan kotoran untuk dijadikan bahan baku kompos. Proses pengolahan kompos akan dibuatkan bangunan berukuran 4 x 6 m yang akan dilengkapi dengan bak – bak penampungan serta mesin penggilingan kompos.

Pada kesempatan ini Drs. Supriadi mengharapkan program ini bisa berkelanjutan dan bisa meningkatkan pendapatan kelompok. Dimana selain ternak Kambing yang dikelola, kelompok juga bisa mengelola kompos hasil berbahan baku kotoran kambing, yang bisa dimanfaatkan kelompok maupun untuk masyarakat, sehingga member nilai tambah bagi kelompok.

Dari hasil pertemuan yang berlangsung secara singkat dalam waktu 1.30 jam, didapatkan kesimpulan yaitu adanya perwakilan koordinasi yang ditunjuk secara bersama, sebanyak 5 orang dalam mengkoordinasi pelaksanaan lapang (untuk ijin mencari lokasi kandang dan tanaman pakan dikoordinir oleh Ketua kelompok Suprianto, lokasi untuk pembuatan kompos dikoordinir oleh Masis, kalkulasi biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan bangunan kompos dan kandang dikoordinir oleh Santo, pembuatan dan perakitan mesin pengolah kompos dikoordinir oleh Nano, sedangkan untuk pengantaran berkas ke LPTP Kepri di koordinir oleh Sugeng).

Untuk keberlangsungan program ini, diharapkan adanya koordinasi dan kerjasama penyuluh dalam menyampaikan atau mendiseminasikan teknologi pertanian. Diharapkan dengan adanya program Bio-Industri ini dapat bermanfaat bagi peningkatan pendapatan, dan adanya program yang berkelanjutan.