JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kunjungan Kerja Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) di Kepulauan Riau

Tanjungpinang – Kunjungan Kerja (Kunker) Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) beserta rombongan ke Provinsi Kepulauan Riau dan dilanjutkan ke Kabupaten Natuna telah dilaksanakan pada tanggal 12 – 18 April 2015. Kunjungan kerja ini diawali dengan pertemuan di Aula Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) Kepulauan Riau. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sebagian besar pegawai LPTP Kepulauan Riau. Rombongan FKPR adalah Prof. Syamsul Bahri, Prof. Suyamto, Prof. Bambang Prastowo, Prof. Yusdar Hilman, Dr. Ir. Sukarman, Dr. Nuning Agro Subekti, Ir. Dwi Prayetno dan Nurdin, turut serta dalam rombongan Kunker ini yaitu perwakilan dari LPTP Kepulauan Riau, Dahono, SP, MS.i, Drs Supriadi, Dr. Lutfi Izhar, drh. Salfina Nurdin, MP dan Zulfawilman, S.Pt.

Hari Kedua Tim Kunker berkunjung ke Bappeda Provinsi Kepulauan Riau, dalam kunjungan ke Bapeda Tim Kunker disambut oleh Kepala Bapeda yang diwakili oleh Kepala Bidang Perekonomian yakni Bpk. Ir. Sunipto. Dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat datang dan memberi ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Kunker Natuna yang telah berkenan hadir di kantor Bappeda Provinsi Kepulauan Riau, selain itu Bpk. Ir. Sunipto juga menginformasikan bahwa di Kabupaten Natuna sangat berpotensi untuk pertanian karena di Kabupaten tersebut memiliki tanah yang cukup subur serta didukung oleh petani dari pulau Jawa. Kunker selesai pukul 13.00 WIB dan dilanjutkan perjalanan ke Kabupten Natuna.

Hari ketiga Tim Kunker berkunjung ke kantor Bupati Natuna, dan disambut oleh Sekda Kabupaten Natuna, turut hadir dalam acara tersebut yaitu Aster Korem 033 Tanjung Pinang, Kodim Kabupaten Natuna, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Natuna dan beberapa pejabat terkait.

Hari keempat dan kelima Tim Kunker berkunjung ke Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Tengah, Bunguran Barat, dan Kecamatan Bunguran Utara. Hasil kunjungan di empat Kecamatan tersebut menginformasikan bahwa ada 2 bendungan yang berpotensi untuk mengairi area sawah tersebut yaitu bendungan Tapau dan Kelarik. Kedua bendungan ini masing - masing dapat mengairi sawah seluas 1500 hektar. Akan tetapi sampai saat ini kedua bendungan tersebut belum berfungsi secara optimal. Disamping kunjungan ke bendungan tersebut Tim Kunker juga mengunjungi area tanaman palawija dan sayuran, peternakan rakyat serta perkebunan.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan pertemuan di Kantor Bupati Natuna untuk melaporkan hasil kunjungan dari lapangan. Kesimpulan yang diperoleh dari Kunker ini yaitu Kabupaten Natuna berpotensi untuk pengembangan pertanian baik tanaman pangan, hortikutura, perkebunan maupun perternakan.