JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bendungan Tapau di Kabupaten Natuna Seharusnya Dapat Mengairi Sawah Seluas 1500 HA

Natuna (20/02/2015) Bendungan Tapau yang terletak di Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna yang dibangun tahun 1995 sampai saat ini belum dapat mengairi sawah di Desa tersebut, padahal bendungan Tapau berpotensi dapat mengairi sawah seluas 1500 ha. Menurut salah seorang petani yang tidak mau disebutkan namanya, dia mengatakan bahwa sampai saat ini kami (para petani) bertanam padi masih mengandalkan sawah tadah hujan, dengan luas garapan 59 ha. Produktivitas baru mencapai 1,8 - 2,5 ton/ha. Varietas yang digunakan yaitu Sentanur, Muncul dan Ciherang. Pada tahun 2012 dan 2013 para petani pernah dikenalkan dengan varietas unggul baru Inpari 3, 4, 9, 10, 13 dan 14. Akan tetapi hanya Inpari 13 lah yang menghasilkan hasill ubinan 6,5 ton GKP/ha. Varietas lain hasilnya dibawah 3 ton/ha. Namun hanya satu musim tanam saja karena pada saat musim tanam kedua terjadi kekeringan.

Di Natuna belum ada penyuluh sehingga informasi tentang teknologi baru disini sangat lambat dan mudah-mudahan kedepan dengan adanya informasi dari Beberapa Instansi seperti Loka Pengkajian Teknologi Pertanian yang ada di Provinsi Kepulauan Riau ini semua teknologi dari Badan Litbang Pertanian dapat sampai ke petani. Menurut informasi dari kepala Loka bahwa teknologi-teknologi tersebut dapat diakses melalui web maupun melalui android dan media lainnya sehingga nantinya tidak ada informasi terbaru yang tidak diketahui oleh petani di Kabupaten Natuna. Selanjutnya dengan adanya program pemerintah saat ini yang menargetkan swasembada secara nasional di Natuna pun begitu juga, kalau seandainya  bendungan dimanfaatkan untuk pengairan sawah ini diperbaiki, pengembangan VUB yang adaptif dilakukan, penyuluh lapangan dapat mengawal, tentunya di Kabupaten Natuna bisa swasembada beras.