JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bimbingan Teknis Gerakan Petani Milenial tentang Pascapanen Pengolahan Cabai di BPTP Kepulauan Riau

Tanjungpinang (23/08). Dalam menindak lanjuti program Kementerian Pertanian tentang Gerakan Petani Milenial, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian (BB Pascapanen) bekerjasama dengan BPTP Kepulauan Riau mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pascapanen Pengolahan Cabai yag bertempat di Ruang Rapat II (Home Theatre) dan Laboratorium Pascapanen BPTP Kepulauan Riau pada Hari Selasa 20 Agustus 2019 lalu. Bimtek tersebut dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari 40 peserta yang tergabung dalam Kelompok Tani Gempita Kepulauan Riau, 10 orang petani perwakilan kelompok utusan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang, dan 10 orang dari BPTP Kepulauan Riau.

Wilayah geografis Kepulauan Riau yang terletak di perbatasan dinilai sangat menguntungkan dan sangat berpeluang dalam mengekspor produk olahan cabai. Selama ini cabai masih dijual sebagai produk sayuran segar, namun dengan adanya bimtek ini diharapkan petani mampu menciptakan nilai tambah dari cabai dengan sentuhan olahan. Melimpahnya ketersediaan cabai pada musim panen menyebabkan nilai jual menurun. Cabai merupakan komoditas hortikultura yang mudah rusak dan berdaya simpan pendek. Penyimpanan suhu ruang selama 2 hari menyebabkan layu dan kebusukan pada buah cabai. Kadar air tinggi mencapai 70-90%, merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu, cabai juga mempengaruhi perekonomian karena harganya sangat fluktuatif. Sehingga pengolahan cabai menggunakan peralatan rumah tangga  sederhana bisa menjadi solusi penangan pascapanen pengolahan cabai. Bimtek yang dipandu oleh Ibu Ermi Sukasih, S.T.P., M.Si. peneliti ahli teknologi pangan dari BB Pascapanen bertujuan untuk 1) Menyelamatkan hasil (saat panen melimpah dan harga anjlok); 2) Menjaga ketersediaannya sepanjang musim; 3) Mengurangi volume/densitas kamba produk yang akan memudahkan transportasi; 4) Meningkatkan daya simpan dan nilai tambah; 5) Menambah keanekaragaman olahan. Dengan begitu produk olahan cabai seperti cabai kering, minyak cabai, cabai blok, cabai giling, saos cabai, manisan cabai, dan bon cabai dapat menjadi alternatif pengolahan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam bimtek kali ini, peserta juga diajak secara langsung membuat produk-produk olahan cabai dengan peralatan rumah tangga yang sederhana. Harapannya teknologi pescapanen pengolahan cabai ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja, guna memenuhi kebutuhan cabai masyarakat secara luas, bahkan untuk keperluan ekspor. (Firsta A. Sariri, S.P.)