JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bimtek Budidaya Tanaman Hias Bunga Anggrek

Tanjungpinang. Bimbingan Teknis Budidaya Anggrek kerjasama dengan Balai Pengekajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau dengan Balai Penelitian Tanaman Hias mendukung pengembangan hortikultura di wilayah perbatasan Kepulauan Riau, Sabtu Pagi (6/10).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Dr. Ir. Mizu Istianto, MP, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias Dr. Ir. Rudy Soehendi, MP, Wakil Walikota Tanjungpinang, Ibu Rahma, S.IP, Kepala Dinas Kota Tanjungpinang, Ketua dan anggota PKK Kota Tanjungpinang, Ketua Organisasi Wanita Tanjungpinang, Istri – Istri DPRD.

Dr. Mizu Istianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya bimbingan teknis ini yang didatangkan narasumber ahli dari tanaman hias, diharapkan yang hadir pada kesempatan itu dapat menimba ilmu dan memaksimalkan pertemuan yang singkat itu dengan sebaik – baiknya, agar dapat mengembangkan tanaman hias khususnya di Kota Tanjungpinang, kedepan bunga Anggrek itu bukan hanya sekedar untuk hiasan saja namun juga bisa membantu perekonomian Kota Tanjungpinang.

Dr. Rudy Soehendi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kami dari Balai Penelitian Tanaman Hias merupakan satu induk dari Kementerian Pertanian, dimana kami terfokus dengan pertanian khususnya tanaman hias, tanaman Anggrek merupakan salah satu tanaman potensial, selain tanaman hias lainnya.

Ir. Suskandari Kartikaningrum, M.Si dalam pemaparan materi terkait budidaya tanaman anggrek menjelaskan bahwa tanaman Anggrek merupakan keluarga tumbuhan berbunga terbesar dalam alam, :25.000 hingga 30.000 species  terdiri atas 1.000 genera, adapun tanaman anggrek itu sendiri tumbuh di daerah pinggiran laut sampai pegunungnan dengan ketinggian (diatas 3.500m), tanaman Anggrek ini tersebar dari daerah dingin sampai padang pasir, dalam kenyataannya tanaman Anggrek ini telah di silingkan hingga menghasilkan lebih dari 100.000 jenis silangan tanaman Anggrek.

Melanjutkan pemaparannya Ir. Suskandari Kartikaningrum melakukan praktek langsung dilapangan terkait tanaman Anggrek ini, yaitu dengan melakukan pengeluaran tanaman Anggrek dari dalam botol yang telah dilakukan pengembangbiakan sebelumnya.

Perlu kehati-hatian terhadap proses ini, jadi setelah dikeluarkan tanaman Anggrek ini, kita dapat menaruhnya di dalam polybag atau bisa di ikatkan kepada sebatang kayu, agar pembuahan akar semakin bagus, tungkasnya menutup penyampaian materi praktek di lapangan.