JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Kepri Sinkronkan Materi LITKAJI dan Program Penyuluhan di Kepulauan Riau Tahun 2018

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau sebagai unit pelaksana teknis Badan Litbang pertanian di daerah ini mendukung dalam tugas dan tanggung jawabnya melalui pelaksanaan fungsi informasi, komunikasi dan diseminasi (3-Si) berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 350/Kpts/OT 210/6/2001. Pelaksanaan tupoksi diharapkan menjadi roda penggerak dalam mempercepat dan memperluas pemanfaatan berbagai inovasi pertanian hasil penelitian/pengkajian oleh pengguna (pelaku utama dan pelaku usaha).

Selain sebagai lembaga penelitian, pengkajian, dan diseminasi serta mengemban fungsi penyuluhan, posisi BPTP sebagai unit pelaksana teknis (UPT) pusat yang memiliki mandat daerah memiliki peran strategis sebagai jembatan/penghubung (bridging) kebijakan pertanian pusat dengan pemerintah daerah.

Posisi inilah yang menjadikan BPTP Balitbangtan Kepri mendapatkan tugas-tugas selain tugas dan fungsi penelitian dan pengembangan pertanian.

Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017, BPTP mendapat tambahan fungsi berupa “pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil penelitian/pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi”.

Arahan Kepala Badan Litbang Pertanian pada kegiatan Workshop Perbenihan dan Penyuluhan (Agustus 2017) bahwa Badan Litbang Pertanian bukan hanya menghasilkan inovasi atas dasar perhitungan statistik yang indah tapi atas dasar kemanfaatan secara sosial daan ekonomi. Artinya bermuara kepada penerapan yang bermanfaat dan berkualitas bagi petani. Sehingga penting BPTP Balitbangtan Kepri melaksanakan kegiatan singkronisasi materi hasil litkaji dan programa penyuluhan pertanian.

BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau pada tanggal 11-12 Oktober 2018 yang bertempatan di ruang rapat II melaksanakan pertemuan sinkronisasi materi litkaji dan programa penyuluhan di Kepulauan Riau.

Peserta berasal dari Dinas Pertanian yang membidangi penyuluhan di Kabupaten/kota se Kepulauan Riau serta para penyuluh pertanian yang berkompeten dalam penyusunan programa penyuluhan.

Narasumber kegiatan terdiri dari:

  1. Kepala BPTP Balitbangtan Kepri (Dr.Ir. Mizu Istianto, M.S),
  2. Penyuluh Utama dari BPTP Balitbangtan Yogyakarta (Ir. G.Retno Dwi Wahyuningrum, M.S),
  3. Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Kepri (Robinson Putra, SP., M.Si).

Tujuan kegiatan adalah:

  1. Menyelaraskankan program pembangunan pertanian yang dilenggarakan dinas teknis dengan substansi programa penyuluhan pertanian ditingkat provinsi dengan isu – isu strategis pengembangan inovasi hasil litkaji dari lembaga perakitan dam penghasil inovasi pertanian,
  2. Menyusun matrik programa penyuluhan ditingkat provinsi Kepulauan Riau.

Kepala BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau (Mizu Istianto) dalam sambutannya menyampaikan bahwa inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan penelitian dan pengembangan harus sampai kepada pengguna. BPTP Ballitbangtan Kepri setelah melakukan berbagai pengkajian akan dan sudah melakukan diseminasi inovasi teknologi yang dihasilkan.

Beberapa teknologi yang sudah dihasilkan oleh BPTP Balitbangtan Kepri adalah:

  1. Teknologi budidaya padi,
  2. Teknologi budidaya salak sari intan,
  3. Teknologi Biourine,
  4. Teknologi manajemen pakan ,
  5. Teknologi budidaya sayuran ramah lingkungan,
  6. Teknologi Budidaya cabai,
  7. Teknologi pascapanen sayuran,
  8. Teknologi pemanfaatan lahan pekaranfan,
  9. Metode dan model pembinaan dan pendampingan masyarakat berbasis kelompok dan pulau,
  10. Penanganan hama dan penyakit tanaman,
  11. Teknologi pemanfaatan dan penataan lahan pekarangan,
  12. Teknologi pemanfaatan pestisida nabati dan teknologi-teknologi lainnya yang berhubungan dengan pertanian, perkebunan, peternakan baik on-farm atau off-farm.

Penanggungjawab kegiatan (Robinson Putra, SP., M.Si) menyampaikan bahwa strategi dalam menderaskan inovasi teknologi dari hasil penelitian adalah melibatkan penyuluh-penyuluh didaerah. Inovasi teknologi yang dihasilkan harus menjadi acuan dasar dalam materi penyusunan programa penyuluhan di berbagai tingkatan.

Bagaimana strateginya tentu hasil-hasil inovasi teknologi spesifik lokasi yang dihasilkan harus dimasukan dalam programa penyuluhan di berbagai tingkatan. Dan tidak kalah pentingnya pemerintah daera provinsi Kepulauan Riau memberikan kebijakan dalam penataan kelembagaan penyuluhan di Provinsi Kepulauan Riau (Robinson Putra).