JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Kepri Melakukan Pengumpulan Sumberdaya Genetik “CABAI SF”

BPTP Balitbangtan Kepri melakukan indentifikasi sumberdaya genetic lokas (SDG). Tujuan kegiatan ini adalah melakukan karakterisasi dan  koleksi  SDG  pertanian lokal unggul di Provinsi Kepri, mendaftarkan beberapa SDG pertanian lokal ke Pusat Perlindungan Varietas tanaman (PPVT). Salah satu indentifikasi SDG kegiatan dilaksanakan ditempat petani yang bernama Sofyan.lokasinya adalah di Kampung Pemukiman, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Koordinat lokasi tanaman cabai lokal tersebut adalah N: 010.04’.7.63” dan E: 104037’.4.42”. ketinggian tempat 10 Mdpl ujar ibu salfina nurdin selaku ketua tim peneliti SDG. Menurut pengakuan Pak Sofyan, asal benih cabai pada awalnya adalah dari petani sekitar pemukiman beliau. Namun selama bertahun-tahun dilakukan seleksi terhadap tanaman cabai yang tumbuh baik, sehingga setelah 13 tahun, pak Sofyan telah mendapatkan tanaman cabai dengan buah yang seragam dan tahan terhadap kondisi lingkungan setempat yang dekat dengan areal pesisir. Rata-rata produksi per pohon cabai adalah 2,7 kg, dengan periode panen hingga 20 kali.Lamanya satu periode tanaman cabai pak Sofyan adalah 7-8 bulan.

Tanaman cabai mulai berbunga pada minggu ketiga setelah tanam.Umur panen pertama adalah 45 hari setelah tanam. Menurut Kepala BPTP Balitbangtan Kepri (Mizu Istianto) SDG Cabai SF sangat cocok untuk dikembangkan sebagai cabai local Kepulauan Riau.

Tanaman cabai tersebut dipupuk menggunakan pupuk kandang dan pupuk anorganik, Jumlah buah cabai per pohon adalah 117-345 buah. Hasil karakterisasi didapatkan tinggi tanaman cabai 127-153 cm, lebar tajuk 104-150 cm. Bentuk batang silindris,dengan diameter batang 1,6-2,3 cm, pola percabangan intermediate. Kerapatan daun padat, warna daun hijau tua, bentuk daun lanceolate dengan pinggir rata. Panjang daun 7,25-9,5 cm, lebar daun 2,3-3,2 cm. Posisi  bunga  merunduk, warna mahkota putih, warna benang sari ungu dan putik putih dengan kepala putik kuning. Posisi putik lebih tinggi dibandingkan benang sari. Bentuk buah elongate, Panjang buah 15- 17,5 cm, lebar 8,18 mm-12.22 mm, panjang tangkai buah 3,2-5,2 cm. bobot buah dari 10 buah 89,14 gr. Warna buah saat masak fisiologis adalah merah cerah. Permukaan buah agak bergelombang, bentuk ujung buah pointed, bentuk pangkal buah tidak berpundak. Warna biji kuning muda, Berat 1000 biji 5,14 gr. Perbedaan mendasar dari cabai lokal sebelumnya(cabai JM) yang telah dikarakterisasi adalah bahwa tanaman dan buah cabai pada cabai lokal SF memiliki tampilan batang yang lebih besar, buah lebih besar dan lebih banyak. (Robinson Putra)