JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Puslitbanghorti Kembangkan Komoditas Buah, Sayur Dan Tanam Hias Mendukung Lumbung Pangan Di Wilayah Perbatasan Kepulauan Riau.

Sasaran utama pembangunan pertanian wilayah perbatasan adalah mewujudkan lumbung pangan dan mendorong ekspor, sebagai upaya meningkatkan dayasaing sektor pertanian diwilayah perbatasan. Kementerian Pertanian melalui Puslitbanghorti akan membangun system pertanian modern terpadu dan keberlanjutan melalui pendekatan kawasan.  Pengembangan sayuran dan buah didaerah perbatasan dilakukan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan kemandirian pangan dengan menggerakkan sektor strategis ekomomi domestik.

Pemerintah Propinsi Kepulauan Riau dalam upaya peningkatan produksi sayuran menghadapi berbagai kendala seperti sulitnya mendapatkan lahan produktif, ketersediaan benih unggul yang masih terbatas, penanggulangan hama dan penyakit, rendahnya mutu dan tingginya residu pestisida, penangan kelembagaan sarana produksi yang masih kurang, fluktuasi harga dan akses pasar, infrastruktur dan kebijakan yang belum mendukung.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbanghorti) bersama BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau menjawab kendala tersebut dengan melakukan berbagai program di Propinsi Kepulauan Riau diantaranya: 1) Pembangunan dan pengembangan perbenihan di Balai Benih Induk, 2) Riset pengembangan sayuran dengan pendekatan kawasan dengan input teknologi Balitbangtan pada aspek pengolahan tanah, benih, budidaya, hama dan penyakit, panen, 3)Teknologi penanganan pascapanen dengan model teknologi penanganan di PHO dari tahapan precooling sebagai suhu adaptasi dari suhu lapang dan suhu rantai dingin, teknologi pengemasan, 4) Bimbingan teknis budidaya tanaman hias (Anggrek)

Kepala Puslitbanghorti (Dr.Ir Hardiyanto, M.Sc) didampingi Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, peneliti BB Pascapanen melakukan rapat perencanaan pelaksanan kegiatan dan kunjungan kebeberapa lokasi pengembangan lokasi sayuran di Kabupaten Bintan. Kepala BPTP Balitbangtan Kepri (Mizu Istianto) sangat mengapresiasi terhadap terpilihnya Kepulauan Riau lokasi program Puslitbanghorti, dalam kesempatan ini turut serta mendampingi kepala Puslitbanghorti melakukan penanaman perdana tanaman mangga varietas Agri Gardina, melakukan kunjungan pengembangan sayuran di Kabupaten Bintan. 

Bentuk keseriusan Puslitbanghorti dalam pengembangan hortikultura di Kepulauan Riau sebagai awalan dengan melakukan tanam perdana mangga Agri Gardina 45 yang bertempat di BBI Tembeling.  Langsung Kepala Puslitbanghorti melakukan tanam perdana tanaman mangga varietas Agri Gardina 45 yang merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) Badan Litbang Pertanian serta didampingi beberapa kepala Balai Lingkup Puslithorti, kepala BBI, perwakilan Dinas Pertanian Bintan dan Kepala BPTP Balitbangtan Kepri. BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau mendukung sepenuhnya kegiatan pengembangan hortikultura di wilayah perbatasan yang dilakukan oleh Puslitbanghorti Ujar Mizu. Harapanya dengan sinergisitas yang tinggi bersama lintas sektoral dan dukungan penuh masyarakat dengan melibatkan diri secara partisipatif akan mewujudkan keberhasilan program pengembangan hortikultura di Propinsi Kepulauan Riau ujar Hardiyanto.

Komunikasi lintas sektoral yang akan dan sudah di bangun oleh kepala BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau sangat membantu keberhasilan pengembangan Hortikultura di Kepulauan Riau. BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau mensinergikan dengan Puslitbanghorti program seperti bimbingan teknis budidaya tanaman hias, pendampingan dan bimbingan teknis perbenihan dan budidaya buah tropika, demoplot tanaman pisang, durian, mangga, tanam cabai dan sayuran daun. Propinsi Kepualaun Riau mempunyai potensi pengembangan hortikultura seperti sayuran, buah, tanaman hias sangat besar sekali dalam mendukung lumbung pangan diwilayah perbatasan. Kebijakan pemerintah daerah Propinsi Kepulauan Riau sangat diperlukan dalam penataan dan pengembangan yang berorientasi pemenuhan kebutuhan domestik dan ekspor. Pendekatan teknologi dalam pengembangan sayuran dengan mengedepankan teknologi produksi sayuran ramah lingkungan, pengembangan teknologi pascapanen dilakukan dengan perakitan peralatan pengolahan dan pelatihan dan pemanfaatannya, pembangunan kawasan perbenihan dan diseminasi teknologi, bimbingan teknis budidaya tanaman hias diwilayah perbatasan. (Robinson Putra)